HIDROLOGI LAHAN PASANG SURUT DI KALIMANTAN SELATAN UNTUK MENDUKUNG PERTANIAN : PERUBAHAN KUALITAS AIR (KEMASAMAN DAN DAYA HANTAR LISTRIK)

August 20, 2015 Leave a comment

Zuraida Titin Mariana & Muhammad Mahbub
Fakultas Pertanian UNLAM, Banjarbaru

ABSTRAK   (Full Text)
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tentang perubahan kualitas air (kemasaman dan daya hantar listrik) selama 6 bulan pada masing-masing 3 (tiga) bulan musim kemarau dan musim hujan di lahan pasang surut pada berbagai tipologi lahan. Penelitian ini menggunakan metode non eksperimental yang dilakukan dengan cara survei. Sampel air diambil pada tiga lokasi yang ditentukan berdasarkan fluktuasi pasang yaitu : (1) tipe luapan A yaitu daerah yang selalu mendapat luapan pasang pada saat pasang tunggal (purnama) maupun pasang ganda (perbani), (2) tipe luapan B yaitu daerah yang hanya mendapat luapan pasang hanya saat pasang tunggal (purnama), (3) tipe luapan C yaitu daerah yang tidak mendapat luapan pasang namun pengaruh ayunan pasang melalui resapan. Pengambilan sampel air pada saat pasang dan surut dilakukan pada masing-masing titik yang ditentukan secara site sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pH air di saluran tipe luapan A lebih tinggi dari pada tipe luapan B dan C. Kemasaman air di saluran pada tipologi lahan A dan C pada saat pasang dan saat surut baik pada saat pasang purnama ataupun pasang perbani tidak menunjukkan perbedaan yang nyata, namun pada tipologi lahan B menunjukkan bahwa kemasaman air di saluran lebih rendah pada saat pasang dibandingkan saat surut. Kualitas air yang ditinjau dari besarnya daya hantar listrik (DHL) menunjukkan bahwa pada tipologi lahan C lebih tinggi dari pada tipologi lahan B dan A baik pada saat pasang maupun saat surut.
Kata kunci: Lahan pasang surut, kemasaman air, DHL.

Catatan:

  • Makalah lengkap ini telah disampaikan dan diterbitkan pada Prosiding Seminar Nasional “Strategi Pemanfaatan Lahan Rawa dalam Mendukung Kedaulatan Pangan”, pada tanggal 17-18 Maret 2015 di Banjarmasin.  Download


Categories: Jurnal

Penilaian keseimbanga hara menggunakan DRIS

March 10, 2015 Leave a comment

Penilaian Keseimbangan hara menggunakan metode DRIS

Penilaian keseimbangan hara (misalnya NPK) dilakukan menggunakan metode DRIS. Langkah pertama membuat diagram DRIS dengan cara menghitung norma nisbah hara yaitu rasio hara tanah yang ditanami sayuran berproduksi tinggi. Norma nisbah hara dinyatakan dengan perbandingan %N dan %K (disimbolkan n/k); perbandingan %P dan %K (disimbolkan p/k); perbandingan %P dan %N (disimbolkan p/n). Masing-masing nisbah dihitung rata-rata (X), standar deviasi (SD) dan koefisien keragamannya (KK). Selanjutnya penyusunan Status Ratio Hara yang terbagi dalam 5 katagori yang ditetapkan seperti pada Tabel 1.

Tabel 1. Status ratio hara NPK

Nisbah hara

 

Status Rasio hara
Kahat Berat Kahat Ringan Seimbang Berlebihan Ringan Berlebihan Berat
N/K X – 4/3SD X – 2/3SD X X + 2/3SD X + 4/3SD
P/K X – 4/3SD X – 2/3SD X X + 2/3SD X + 4/3SD
P/N X – 4/3SD X – 2/3SD X X + 2/3SD X + 4/3SD

Untuk mengetahui relatif besarnya kekurangan (kahat) masing-masing unsur hara maka diperlukan nilai indeks DRIS yang dihitung dengan rumus (Sumner, 1977) sebagai berikut:

  • Indeks DRIS N = [- f (P/N) + f (N/K)]/z
  • Indeks DRIS P = [+ f (P/K)+ f (P/N)]/z
  • Indeks DRIS K= [- f (P/K) – f (N/K)]/z

Persyaratan:

  • bila P/N > p/n, maka f(P/N) = ((P/N)/(p/n) -1) x 100 x (10/KK), atau
  • bila P/N < p/n, maka f(P/N) = (1- (p/n)/(P/N) x 100 x (10/KK) dan seterusnya

 

di mana f(P/N), f(P/K), dan f(N/K) adalah fungsi nisbah hara P, K, Ca, dari contoh yang diteliti, p/k adalah norma yaitu rata-rata rasio hara P dibagi K dari petak-petak perlakukan yang berproduksi tinggi. KK adalah koefisien keragaman dari norma p/n, p/k, dan n/k, dan z adalah jumlah fungsi. Pada kasus ini, misalnya indeks DRIS N jumlah fungsi (z) sebanyak 2 (dua) buah yaitu f (P/N) dan f (N/K). Jumlah seluruh indeks hara adalah nol, karena masing-masing nilai fungsi rasio hara yang satu ditambah dan dikurangkan terhadap lainnya.

Semakin negatif nilai indeks suatu hara maka semakin kurang unsur hara tersebut secara relatif terhadap hara lain, dan semakin positif indeks suatu hara semakin tidak dibutuhkan oleh tanaman. Indeks hara yang mendekati nol menunjukkan unsur hara tersebut seimbang.

Program: perhitungan DRIS menggunakan excel (download)

Poster: WATER QUALITY:STUDY OF HEAVY METALS IN TIDAL LAND

March 10, 2015 Leave a comment

STUDY OF HEAVY METALS IN SUPPORTING TO ORGANIC FARMING ON TIDAL LAND OF SOUTH KALIMANTAN (Zuraida Titin Mariana, Muhammad Mahbub and Afiah Hayati
(Faculty of Agriculture, Lambung Mangkurat University)

*) Presents in “The 3rd International Symposium on Wetlands Environmental Management”, in Banjarmasin, 8-9 November 2014

Poster WaterQuality

The strategic plan of sustainable organic farming development in tidal land should be wisely use and pay attention to all aspects in supporting to the development of agriculture. One of them is contain of heavy metals of irrigation water and its impact to water quality for organic farming. The intertidal zone in South Kalimantan is at the downstream region of the Barito river basin as lowland where all pollutants can enter into the area. if we want to be the tidal land for organic farming, the water quality research is certainly required. The focus is many source contaminants of water for irrigation
in the form of metal or trace element, like the trace (ions) element levels of Pb, Cd, Cr , and the minor (ions) element of Fe ions in waters of A, B, C and D typologies.

Result:

  • The range concentration of Cd in the Barito River and drains at A, B, C and D typologies both at the spring and neap tides are about 0.0067 ppm – 0.0122 ppm (Figure 1 ). Based on PP RI No. 82/2001, irrigation water standards for Cd Concentration of 0.01 ppm, while Concentration of Cd in the Barito river and drains on D typology exceeded the standard threshold of water quality for irrigation.
  • The heavy metal concentrations in the main “Barito” river and drains of A, B, C and D tipologies are Lead (Pb) ranged between <0.002 – 0.0122 ppm, Cadmium (Cd) 0.0067 – 0.0122 ppm, Chromium (Cr) <0.002 – 0.0064 ppm and Iron (Fe) 0.0358 ppm – 9.0807 ppm in both at the high and low water level of tidal on spring and neap tides.
  • The limiting factor in heavy metals of water quality for agricultural crops in land C and D typologies are cadmium (Cd) and iron (Fe) elements.

Full Poster (Download)

Categories: Jurnal, Poster

Pengelolaan Lahan Sub Optimal Gambut: Perbedaan Tinggi Muka Air Tanah dan Pemberian Amelioran terhadap Sifat Kimia Tanah Gambut

January 22, 2014 Leave a comment

Penulis: M. Mahbub (Staf Program Studi Ilmu Tanah Univ. Lambung Mangkurat)

Abstrak:

Problematika pada tanah gambut (peat) adalah memiliki tingkat kesuburan tanah yang rendah dan turunnya muka air tanah akibat drainase berlebihan. Karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tinggi muka air gambut dan pemberian amelioran (kapur dan pupuk) terhadap sifat kimia tanah gambut. Percobaan laboratorium menggunakan teknik kolom bergantung untuk simulasi tinggi muka air. Perlakuan dengan rancangan acak lengkap dengan perlakuan tinggi muka air tanah gambut: 0 cm, -15 cm, -30 cm dan -45 cm; serta dikombinasi dengan perlakuan amelioran yaitu : pemberian pupuk (100 kg N/ha, 100 kg P/ha , dan 100 kg K/ha); dan pemberian kapur (5 ton CaCO3/ha). Parameter yang diamati yaitu pH H2O, Ca-tukar, Mg-tukar, Na-tukar, K-tukar, KTK, KB, C-organik, N-total, P-larut, DHL tanah dan kadar air tanah permukaan (0 – 10 cm) gambut. Pengamatan dilakukan setelah masa perlakuan 4 minggu. Hasil penelitian yang diperoleh adalah: (1) Pemberian amelioran bersamaan pupuk dan kapur memiliki nilai sifat kimia lebih tinggi dibandingkan pemberian pupuk saja atau tanpa amelioran. (2) Pemberian (pupuk dan kapur) pada tinggi muka air tanah – 30 memberikan efek lebih baik terhadap pH, Ca-tukar, K-tukar dan P-larut tanah permukaan gambut.
Kata Kunci: amelioran , gambut, tinggi muka air

Full Article (PDF): download

Categories: Jurnal

Mata Kuliah : Agrohidrologi

November 12, 2012 Leave a comment

PERKULIAHAN: AGROHIDROLOGI

Mata Kuliah : Agrohidrologi     Kode/SKS: ETKK311 /3 (2-1)

Silabi: mempelajari  tentang ruang lingkup agrohidrologi; Siklus hidrologi dan komponen-komponen serta variabel hidrologi; Proses-proses presipitasi, evapotranspirasi, infiltrasi, aliran permukaan dan air tanah serta metode perhitungannya; Neraca air umum, lahan dan tanaman; Perencanaan pengelolaan tata air ditingkat usaha tani; Pengelolaan sumber-sumber air untuk tanah.

Lebih detail dapat didownload disini (GBPP_AgroHidrologi)

Bahan ajar MK Agrohodrologi :

1. Siklus Hidrologi

2. Presipitasi

3. Evapotranspirasi (ETP)

4. Infiltrasi

5. Aliran Permukaan (Run Off)

6. Neraca Air Lahan

Categories: Modul Kuliah

Penilaian Acuan Patokan (PAP) dan Normal/Normatif (PAN)

November 8, 2012 Leave a comment

Di Fakultas Pertanian Unlam menerapkan sistem Penilaian Nilai Akhir pada Daftar Peserta Nilai Akhir (DPNA) menggunakan dua metode penilaian yaitu Penilaian Acuan Patokan (PAP) dan Penilaian Acuan Normal/Normatif (PAN). Metode PAP perioritas digunakan lebih dulu, bila persentasi kelulusan menggunakan PAP terlalu rendah maka kemudian menggunakan PAN.

1. Criterion Reference Evaluation (CRE)

  • Disebut juga dengan Penilaian Acuan Patokan(PAP) Cara untuk menentukan kelulusan seseorang dengan menggunakan sejumlah patokan (penilaian berdasarkan kriteria)
  • Penilaian yang mengacu pada kompetensi yangharus dikuasai siswa
  • Karakteristik : dapat meningkatkan kualitas pengajaran; tepat untuk penilaian sumatif; kemungkinan terjadi tidak ada siswa yang lulus; tidak perlu menghitung rata-rata

2. Normative Reference Evaluation (NRE)

  • Disebut juga dengan Penilaian Acuan Norma (PAN)
  • Penilaian berdasarkan norma, dengan asumsi diberi nilai sesuai kurva normal
  • Penilaian yang diacukan kepada rata-rata kelompok (didasarkan atas kompetensi kelompok dengan kriteria kurva normal)
  • Keuntungan Keberhasilan pengajaran bagi siswa diketahui berdasarkan prestasi kelompok
  • Kelemahan: kurang meningkatkan kualitas hasil belajar; kurang praktis karena harus; menghitung rata-rata; tidak dapat dijadikan ukuran dalam menilai keberhasilan pengajaran;- norma keberhasilan tidak tetap.

Software: untuk memudahkan penggunaan penilaian maka dibuat program excel (Download disini)

Categories: Free Software, Lain-lain Tags: , , ,

Uji dua persamaan garis regresi linear

November 7, 2012 Leave a comment

Perhatikan dua buah garis regresi linear, pada gambar berikut :

Apakah persamaan kedua garis tersebut memiliki perbedaan secara signifikan?

Hasil uji persamaan regresi pada kedua garis tersebut, dapat dilihat pada tabel analisis ragam untuk regresi adalah sebagai berikut :

Hasilnya :

Kedua persamaan tersebut secara signifikan tidak berbeda (ns) (lihat baris no. 5 kolom 11 uji koefisien regresi) dan uji koefisien intersep-nya juga tidak berbeda (ns) (lihat baris no.8, kolom 11).

Software: Uji dua garis regresi menggunakan excel tersebut (Download disini)

 

 

 

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.